Telemarketing Adalah? Ini Deskripsi Pekerjaannya!

Apakah Anda pernah menerima telepon berisi penawaran dan promosi produk? Jika pernah, inilah yang disebut dengan telemarketing. Ya, telemarketing adalah suatu aktivitas profesional yang erat kaitannya dengan komunikasi telepon.

Buat Anda yang ingin mengetahui lebih jauh tentang profesi ini bahkan ingin berkarir di dunia telemarketing, simak ulasan berikut terlebih dahulu. Ketahui kembali apa itu telemarketing, tugas dan pekerjaannya, hingga skill yang dibutuhkan berikut.

Pengertian Telemarketing dan Fungsinya

Berbeda dengan teller bank atau pun customer service bank, telemarketing merupakan salah satu teknik pemasaran di mana aktivitasnya dilakukan melalui telepon. Teknik tersebut dilakukan dengan cara memberikan informasi sekaligus penawaran produk dan jasa kepada para pelanggan melalui panggilan suara.

Adapun profesinya sendiri seringkali disebut dengan telemarketer atau telesales. Dengan demikian, seseorang yang menggeluti profesi ini akan senantiasa melakukan telemarketing terhadap para calon pelanggan.

Telemarketing banyak digunakan di berbagai industri seperti perbankan, asuransi, jasa, hingga operator telekomunikasi. Bukan tanpa alasan memang mengapa strategi telemarketing masih banyak dibutuhkan dan penting dilakukan. Berikut di antaranya.

1. Meningkatkan brand awareness

Tidak dapat dipungkiri, telemarketing adalah salah satu cara yang paling ampuh untuk meningkatkan brand awareness perusahaan kepada masyarakat. Brand awareness sendiri erat hubungannya dengan kesadaran pembeli terhadap produk atau jasa perusahaan tersebut.

Dengan menggunakan telemarketing, secara tidak langsung masyarakat dan calon pelanggan akan tahu produk apa yang dijual, jasa apa yang ditawarkan, dan sebagainya. Pengetahuan mengenai produk juga akan meningkat seiring keberhasilan telemarketing tersebut dilakukan.

2. Peningkatan penjualan

Selain meningkatkan brand awareness, sudah pasti aktivitas telemarketing memiliki peran yang sangat vital dalam meningkatkan penjualan produk maupun jasa yang dimiliki oleh perusahaan tersebut. Penjualan bahkan dapat dilakukan secara langsung melalui telepon.

Pasalnya, menawarkan barang atau jasa melalui telepon dapat menjadi peluang yang besar bagi para telemarketer dalam menarik minat calon pelanggan. Tidak jarang, telemarketer memiliki strategi khusus seperti diskon yang lebih besar dibandingkan diskon campaign perusahaan.

3. Follow up pembelian pelanggan

Tentu tidak dapat dipungkiri kalau tidak semua pelanggan akan tertarik dengan produk dan jasa perusahaan dalam satu kali pembelian. Umumnya, hal tersebut terjadi karena beberapa faktor seperti keraguan, sisi finansial, dan faktor lainnya.

Baca Juga:  Tugas Teller Bank dan Penjelasannya

Di sinilah strategi telemarketing dibutuhkan, yakni dengan cara melakukan follow up. Dari aktivitas tersebut, seorang telemarketer dapat meyakinkan calon pelanggan untuk membeli dan menggunakan produk atau jasa yang mereka tawarkan.

Tidak hanya itu, Anda tentu paham jika menjaga hubungan dengan pelanggan akan membuat mereka melakukan repeat order hingga memberi ulasan yang bagus. Salah satu caranya dengan menghubungi mereka via telepon.

Tugas dan Deskripsi Pekerjaan

Seperti yang sudah disampaikan, telemarketing adalah bidang pekerjaan yang berkaitan dengan hubungan baik perusahaan kepada calon maupun para pelanggan. Itulah mengapa, menjadi telemarketer atau seseorang yang bekerja di bidang telemarketing bukanlah hal yang mudah.

Oleh karena itu, Anda yang ingin berkecimpung dalam dunia telemarketing harus memahami betul apa tugas, tanggung jawab, dan deskripsi pekerjaan yang akan dilakukan. Berikut tugas dan tanggung jawab seorang telemarketer yang harus diketahui.

1. Panggilan via telepon kepada calon pelanggan

Tugas pertama yang harus dijalankan oleh seorang telemarketer adalah melakukan panggilan telepon kepada calon pelanggan. Tentu saja, tugas ini menjadi salah satu tugas yang paling utama. Terlebih dengan nama “telemarketing” saja sudah dipastikan bahwa menghubungi pelanggan adalah tugas yang paling penting.

Kendati demikian, Anda tentu tidak akan bekerja secara langsung tanpa dibekali dengan panduan. Setiap perusahaan sudah pasti telah menyiapkan sebuah script yang menjadi pedoman selama melakukan pembicaraan.

Umumnya, script tersebut berisi informasi dan detail produk yang ditawarkan. Tentu saja ditambah dengan berbagai informasi lain yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kepentingan masing-masing perusahaan dan aktivitas telemarketing itu sendiri.

2. Menjelaskan dan menawarkan produk

Tugas selanjutnya yang tidak kalah penting adalah penjelasan mengenai produk. Saat menjadi seorang telemarketer, Anda tidak hanya akan melakukan panggilan telepon dan menawarkan produk. Anda juga wajib menjelaskan produk yang ditawarkan tersebut kepada calon pelanggan.

Dalam menjelaskan produk, sudah pasti harus dilakukan secara detail dan menarik. Oleh karenanya, pastikan Anda memiliki pemahaman yang baik terhadap produk yang ditawarkan. Itulah mengapa penting mengetahui product knowledge dari setiap produk yang Anda jual.

3. Menindaklanjuti pembelian yang akan dilakukan pelanggan

Selain melakukan penjualan, tugas telemarketing adalah juga sebagai bagian dari follow up alias melakukan tindak lanjut pembelian. Di beberapa perusahaan, telemarketer tidak hanya berhubungan dengan pelanggan melalui telepon saja, namun juga ditindaklanjuti dalam bentuk chat atau bahkan bertemu secara langsung.

Ketika pelanggan merasa tertarik dengan produk yang Anda tawarkan, tentu sebisa mungkin Anda harus segera memproses permintaan pelanggan tersebut. Selain itu, Anda juga perlu mengarahkan pelanggan untuk dapat melanjutkan proses pembelian produk atau jasa.

Baca Juga:  Tugas Customer Service Bank, Tidak Sesederhana Yang Dibayangkan

4. Menjawab pertanyaan pelanggan

Tugas telemarketing yang juga tidak kalah penting adalah menjawab setiap pertanyaan hingga panggilan dari pelanggan. Terlebih, banyak pelanggan yang mulai tertarik dengan produk tersebut namun tidak secara langsung memberikan jawaban.

Umumnya, para calon pelanggan ini akan menanyakan lebih detail mengenai produk yang Anda tawarkan seperti harga, diskon, manfaat, dan sebagainya. Tentunya, diperlukan jawaban dan tindakan detail supaya pelanggan tersebut semakin paham dan akhirnya melakukan pembelian.

Di beberapa perusahaan, seorang telemarketer juga diharuskan bisa menerima panggilan dari para pelanggan. Bahkan, panggilan tersebut tidak hanya berisi pemesanan produk namun juga keluhan. Dengan begitu, pelanggan akan semakin yakin dengan perusahaan karena memberikan pelayanan yang prima dan optimal.

5. Pencatatan kontak pelanggan

Tugas telemarketing adalah juga berhubungan dengan kontak pelanggan. Setiap telemarketer biasanya sudah dibekali dengan daftar pelanggan yang masuk dalam database perusahaan. Oleh karena itu, kontak-kontak ini harus dijaga dan dicatat supaya nantinya Anda akan menemukan pelanggan yang potensial.

Sangat penting juga untuk melakukan sortir mana kontak yang dapat dihubungi dan mana pelanggan yang sulit bahkan tidak dapat dihubungi kembali. Bedakan juga mana saja pelanggan yang tertarik maupun yang sama sekali tidak tertarik dengan produk yang Anda tawarkan.

Hal ini tentu juga berguna untuk ke depannya ketika Anda melakukan penawaran produk kembali kepada para pelanggan. Dengan begitu, Anda tidak akan kesulitan mencari kontak mereka guna membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan tersebut.

6. Melakukan survei pelanggan

Tugas lain yang juga tidak kalah penting dilakukan oleh seorang telemarketer adalah melakukan survei. Tentunya, survei ini sangat dibutuhkan untuk mengetahui berbagai informasi dari pelanggan sekaligus menginformasikan pelanggan mana yang potensial.

Dari survei ini akan didapatkan data yang nantinya dapat dipakai untuk meningkatkan kualitas produk perusahaan. Survei ini juga dapat digunakan dalam hal peningkatan pelayanan berdasarkan apa yang sudah diterima langsung oleh pelanggan yang Anda hubungi.

Skill yang Dibutuhkan

Dalam menjalankan tugasnya, seorang telemarketer tentunya harus dibekali dengan kemampuan yang matang. Terlebih, telemarketing adalah bidang pekerjaan yang cukup vital karena sebagai salah satu garda terdepan dalam mempromosikan produk dan perusahaan. Berikut beberapa skill yang dibutuhkan untuk menjadi telemarketer yang baik.

1. Marketing

Dikarenakan telemarketing erat kaitannya dengan bidang penjualan produk atau jasa, kemampuan marketing tentu saja sangat dibutuhkan. Anda perlu mempelajari pemahaman dasar dari teknik-teknik marketing supaya dapat menjual produk dengan baik.

Salah satu skill yang dapat dipelajari adalah mengetahui demografi dari calon pelanggan. Mulai dari usia, jenis kelamin, pekerjaan, dan sebagainya. Melalui segmentasi ini, tentu akan dapat diketahui bagaimana teknik penjualan yang seharusnya dilakukan.

Baca Juga:  Perbedaan Marketing dan Sales yang Perlu Diketahui

Hal ini juga akan membantu Anda mengenal pasar dan target konsumen dari perusahaan tersebut. Apabila sudah memiliki dan menguasai skill ini, tentu akan menjadi modal yang baik bagi Anda untuk berkarir dalam dunia telemarketing.

2. Komunikasi

Seperti yang sudah diketahui, telemarketing adalah orang yang banyak berhubungan dengan pelanggan melalui telepon. Oleh karena itu, diperlukan kemampuan berkomunikasi yang baik supaya pesan dan penawaran produk dapat tersampaikan.

Seorang telemarketer diharapkan dapat membuat pembicaraan yang santai, luwes, namun tetap terdengar menarik. Nada bicara yang disampaikan juga tidak kaku sehingga pelanggan akan terkesan dengan penjelasan tersebut.

Selain itu, perlunya membangun pembicaraan yang nyaman sehingga Anda dapat memengaruhi para pelanggan. Hal ini dimaksudkan sehingga diharapkan akan terjadi transaksi secara langsung saat mereka terhubung dengan Anda melalui sambungan telepon.

3. Manajemen waktu

Sebagai seorang yang bekerja dalam bidang telemarketing, skill yang satu ini juga harus senantiasa dimiliki. Skill ini penting karena nantinya, tugas telemarketer cukup banyak. Tidak hanya sekadar menghubungi calon pelanggan, namun juga mencatat data mereka hingga melakukan konfirmasi melalui sambungan chat.

Tentunya, Anda juga wajib mengetahui kapan waktu yang tepat untuk menghubungi mereka via telepon, kapan harus melakukan chat, serta kapan waktu yang tepat untuk mengatur kontak yang ada. Tentu hal ini didasarkan pada demografi pelanggan di mana Anda akan mengetahui jam-jam sibuk dan waktu yang tepat.

4. Multitasking

Berkaitan dengan skill yang sebelumnya disampaikan, pekerjaan dalam bidang telemarketing adalah pekerjaan yang juga membutuhkan kemampuan multitasking yang baik. Kemampuan ini bahkan menjadi salah satu modal penting untuk Anda yang ingin terjun ke dunia telemarketing.

Bagaimana tidak, dalam menjalankan tugas sehari-hari Anda wajib mengecek daftar kontak, membuat catatan, hingga melakukan panggilan secara bersamaan. Kemampuan ini memang dapat dilatih sembari bekerja, namun jika Anda sudah memiliki modal multitasking yang kuat tentu akan menjadi nilai plus.

5. Problem solving

Seorang yang bekerja dalam bidang telemarketing juga wajib memiliki kemampuan problem solving yang baik. Terlebih dalam hal penjualan produk di mana banyak orang tentu akan merasa ragu untuk langsung membeli produk tersebut karena penawaran dilakukan melalui telepon.

Sebagai telemarketer, Anda perlu belajar mengatasi masalah yang dihadapi pelanggan dengan produk atau jasa yang ditawarkan. Tidak hanya sekadar untuk mengatasi masalah mereka, skill ini juga dapat menjaga loyalitas para pelanggan supaya tidak turun.

Itulah beberapa hal mengenai telemarketing yang harus Anda ketahui. Banyak orang berpikir jika telemarketing adalah pekerjaan yang tidak mudah, namun sejatinya jika Anda mau belajar tentu akan banyak keuntungan yang didapatkan. Tertarik menggelutinya?

indrawnsyh0

Author Since: September 17, 2023

Leave Your Comment